Memasuki Neraka yang Dingin dan Aman …

dingin

Syaikh Muqbil bin Hadi al-Wadi’i –rahimahullah

http://www.muqbel.net/fatwa.php?fatwa_id=3047

 

أخ آخر له والدان كلٌ منهما به صمم هل يسأل يوم القيامة عن والديه لما لم يبلغ إليهم الإسلام ؟

 

Syaikh Muqbil bin Hadi al-Wadi’i –rahimahullah– ditanya:

Saudara (penanya) yang lain memiliki orang tua (ayah dan ibu) yang tuli. Apakah pada hari kiamat kelak dia akan ditanya (berkaitan dengan) kedua orang tuanya lantaran tak menyampaikan Islam kepada mereka?

 

عليه أن يبلغ جهده وإلا فقد جاء في حديث الأسود بن سريع وأبي هريرة في « مسند الإمام أحمد »: أن النبي -صلى الله عليه وعلى آله وسلم- قال: «أربعة يوم القيامة، رجل أصم لا يسمع شيئا، ورجل أحمق، ورجل هرم، ورجل مات في فترة، فأما الأصم فيقول: رب لقد جاء الإسلام وما أسمع شيئا، وأما الأحمق فيقول: رب لقد جاء الإسلام والصبيان يحذفوني بالبعر، وأما الهرم فيقول: رب لقد جاء الإسلام وما أعقل شيئا، وأما الذي مات في الفترة فيقول: رب ما أتاني لك رسول، فيأخذ مواثيقهم ليطيعنه، فيرسل إليهم: أن ادخلوا النار. قال: فوالذي نفس محمد بيده لو دخلوها لكانت عليهم بردا وسلاما». وجاء في حديث أبي هريرة: «فمن دخلها كانت عليه بردا وسلاما، ومن لم يدخلها يسحب إليها

 

Syaikh Muqbil bin Hadi al-Wadi’i –rahimahullah– menjawab:

Dia berkewajiban untuk menyampaikan (Islam) dengan segenap kemampuannya. Pada sisi lain, telah datang suatu kabar dalam hadits al-Aswad bin Sari’ dan Abu Hurairah yang terdapat di kitab Musnad al-Imam Ahmad, bahwa Nabi –shallallahu ‘alaihi wa ’ala alihi wa sallam– bersabda:

Ada empat golongan (yang akan didatangkan) pada hari kiamat, yaitu (1) orang yang tuli tak mampu mendengar apa pun, (2) orang ahmaq (yang teramat pandir), (3) orang yang pikun, dan (4) orang yang mati pada masa fatrah (masa kosong dari dakwah para Nabi –pent). Adapun orang yang tuli, dia akan mengatakan, “Wahai Rabb-ku, ketika Islam datang, aku sama sekali tak mendengar tentangnya.” Orang yang teramat pandir akan mengatakan, “Wahai Rabb-ku, Islam datang sementara anak-anak melempariku dengan kotoran hewan.” Orang yang pikun akan mengatakan, “Wahai Rabb-ku, Islam datang padahal aku dalam keadaan tak memahami sesuatu pun.” Orang yang mati pada masa fatrah akan mengatakan, “Wahai Rabb-ku, tak ada utusan yang datang kepadaku.” Maka Allah pun mengambil perjanjian dari mereka agar mereka menaati-Nya, lalu dikirimlah utusan yang berkata kepada mereka, “Masukilah neraka itu!” Nabi –shallallahu ‘alaihi wa sallam– berkata, “Demi Allah yang jiwa Muhammad berada dalam genggaman tangan-Nya, seandainya mereka memasukinya, niscaya neraka itu akan menjadi dingin dan aman bagi mereka.”

Dan dalam hadits Abu Hurairah yang lain, redaksinya adalah, “Siapa yang memasukinya, niscaya neraka itu akan menjadi dingin dan aman baginya, (sebaliknya) siapa yang tak mau memasukinya, niscaya akan diseret ke dalamnya.”

 

Bandung, 26 September 2014

–HENDRA WIBAWA IBN TATO WANGSA WIDJAJA–

Masihkah Ada Tambahan?

cukup ...

Syaikh ‘Abd ar-Rahman as-Suhaim –hafizhahullah

http://www.almeshkat.net/index.php?pg=qa&ref=684

السؤال :

هل صحيح أن الله عز و جل يضع قدمه في النار يوم القيامة فتنطفئ؟ وإذا كان صحيح فماذا سيحل بالكفار المعذبين في النار؟

 

Syaikh ‘Abd ar-Rahman as-Suhaim –hafizhahullah– ditanya:

Apakah benar bahwa Allah ‘Azza wa Jalla akan meletakkan kaki-Nya di neraka pada hari kiamat sehingga neraka pun menjadi padam? Kalau memang benar, lantas apa yang terjadi dengan orang-orang kafir yang diazab di neraka?

 

الجواب:

الصحيح أن الله يضع قدمه على النار، كما جاء في الحديث الذي رواه البخاري ومسلم من حديث أنس رضي الله عنه عن النبي صلى الله عليه وسلم أنه قال: لا تزال جهنم تقول: هل من مزيد، حتى يضع فيها رب العزة تبارك وتعالى قدمه، فتقول: قط قط وعزتك، ويزوى بعضها إلى بعض. وفي الحديث الآخر: أما النار فلا تمتلئ حتى يضع رجله فتقول: قط قط قط، فهنالك تمتلئ ويزوى بعضها إلى بعض. رواه البخاري ومسلم.  فالنار لا تنطفئ، وإنما تكتفي إذا وضع عليه رب العزة قدمـه. وأما الكفار فإنه مُخلّدون فيها أبداً، لا يَخرجون منها، ولا يموتون. قال سبحانه وتعالى: ( إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا لَوْ أَنَّ لَهُمْ مَا فِي الأَرْضِ جَمِيعًا وَمِثْلَهُ مَعَهُ لِيَفْتَدُوا بِهِ مِنْ عَذَابِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ مَا تُقُبِّلَ مِنْهُمْ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ (٣٦) يُرِيدُونَ أَنْ يَخْرُجُوا مِنَ النَّارِ وَمَا هُمْ بِخَارِجِينَ مِنْهَا وَلَهُمْ عَذَابٌ مُقِيمٌ). وقال تبارك وتعالى: ( إِنَّ اللَّهَ لَعَنَ الْكَافِرِينَ وَأَعَدَّ لَهُمْ سَعِيرًا (٦٤) خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا لا يَجِدُونَ وَلِيًّا وَلا نَصِيرًا ). وروى البخاري ومسلم من حديث أبي سعيد الخدري رضي الله عنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: يُؤتى بالموت كهيئة كبش أملح فيُنادي منادٍ: يا أهل الجنة، فيشرئبون وينظرون، فيقول: هل تعرفون هذا؟ فيقولون: نعم، هذا الموت، وكلهم قد رآه، ثم يُنادي: يا أهل النار، فيشرئبون وينظرون، فيقول: هل تعرفون هذا؟ فيقولون: نعم، هذا الموت، وكلهم قد رآه، فيُذْبَح، ثم يقول: يا أهل الجنة خلود فلا موت، ويا أهل النار خلود فلا موت، ثم قرأ: (وَأَنْذِرْهُمْ يَوْمَ الْحَسْرَةِ إِذْ قُضِيَ الأَمْرُ وَهُمْ فِي غَفْلَةٍ)، وهؤلاء في غفلة أهل الدنيا: (وَهُمْ لا يُؤْمِنُونَ). والله تعالى أعلم.

 

Syaikh ‘Abd ar-Rahman as-Suhaim –hafizhahullah- menjawab:

Benar bahwa Allah akan meletakkan kaki-Nya di neraka sebagaimana dikabarkan dalam hadits yang diriwayatkan oleh al-Bukhari dan Muslim dari hadits Anas –radhiyallahu ‘anhu– dari Nabi –shallallahu ‘alaihi wa sallam– bahwa beliau bersabda:

Terus-menerus jahannam mengatakan, “Apakah masih ada tambahan?” Hingga Rabb al-‘Izzah tabaraka wa ta’ala meletakkan kaki-Nya di dalam neraka. Lantas neraka pun berkata, “Cukup! Cukup! Demi kemulian-Mu!” Maka bagian-bagian neraka pun saling mengisut satu sama lain.

Sedangkan di dalam hadits lain:

Adapun neraka tidak terisi penuh sampai Allah meletakkan kaki-Nya. Neraka pun berkata, “Cukup! Cukup! Cukup!” Maka neraka pun penuh dan bagian-bagiannya saling mengerut satu sama lain. (HR. al-Bukhari dan Muslim)

Adapun neraka tidaklah padam. Hanya saja dia merasa cukup ketika Rabb al-‘Izzah meletakkan kaki-Nya. Adapun orang-orang kafir, maka mereka kekal abadi di dalamnya, tidak akan pernah keluar dari neraka dan tidak pula akan mati.

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

 

إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا لَوْ أَنَّ لَهُمْ مَا فِي الأَرْضِ جَمِيعًا وَمِثْلَهُ مَعَهُ لِيَفْتَدُوا بِهِ مِنْ عَذَابِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ مَا تُقُبِّلَ مِنْهُمْ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ (٣٦) يُرِيدُونَ أَنْ يَخْرُجُوا مِنَ النَّارِ وَمَا هُمْ بِخَارِجِينَ مِنْهَا وَلَهُمْ عَذَابٌ مُقِيمٌ

 

“Sesungguhnya orang-orang yang kafir sekiranya mereka mempunyai apa yang di bumi ini seluruhnya dan mempunyai yang sebanyak itu (pula) untuk menebus diri mereka dengan itu dari azab hari kiamat, niscaya (tebusan itu) tidak akan diterima dari mereka, dan mereka beroleh azab yang pedih. Mereka ingin keluar dari neraka, padahal mereka sekali-kali tidak dapat keluar daripadanya, dan mereka beroleh azab yang kekal. (QS. al-Maidah: 36-37)

 

Allah juga berfirman:

 

إِنَّ اللَّهَ لَعَنَ الْكَافِرِينَ وَأَعَدَّ لَهُمْ سَعِيرًا (٦٤) خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا لا يَجِدُونَ وَلِيًّا وَلا نَصِيرًا).

 

“Sesungguhnya Allah melaknati orang-orang kafir dan menyediakan bagi mereka api yang menyala-nyala (neraka), mereka kekal di dalamnya selama-lamanya; mereka tidak memperoleh seorang pelindung pun dan tidak (pula) seorang penolong.” (QS. al-Ahzab: 64-65)

Imam al-Bukhari dan Imam Muslim meriwayatkan dari hadits Abu Sa’id al-Khudri –radhiyallahu ‘anhu, di berkata, Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wa sallam– bersabda:

Kematian didatangkan serupa kambing jantan berwarna hitam putih, lalu berserulah seorang penyeru, “Wahai penghuni surga!” Maka para penghuni surga pun pada menjulurkan leher (mengangkat pandang) dan melihat (ke arah itu). Penyeru itu berkata lagi, “Apakah kalian mengenali ini?” Penghuni surga menjawab, “Ya, kami mengenalnya. Itu adalah kematian.” Mereka semua telah melihatnya. Kemudian si penyeru berseru lagi, “Wahai penghuni neraka!” Maka para penghuni neraka pun pada menjulurkan leher (mengangkat pandang) dan melihat (ke arah itu). Kemudia si penyeru berseru, “Apakah kalian mengenali ini?” Para penghuni neraka menjawab, “Ya, kami mengenalnya. Itu adalah kematian.” Mereka semua telah melihat kambing jantan hitam putih yang lantas disembelih itu. Kemudian si penyeru berkata, “Wahai penghuni surga, kalian kekal tak ada lagi kematian! Wahai penghuni neraka, kalian kekal tak ada lagi kematian!” Kemudian si penyeru membaca (QS. Maryam: 39), Dan berilah mereka peringatan tentang hari penyesalan, (yaitu) ketika segala perkara telah diputus dan mereka dalam kelalaian,” mereka semua dalam keadaan lalai sebagai penghuni dunia, “Dan mereka tidak (pula) beriman.”

 Wallahu ta’ala a’lamu …

 

Bandung, 27 November 2013

–HENDRA WIBAWA IBN TATO WANGSA WIDJAJA–